jump to navigation

Bicara Rafting dan Wisata dengan Arus Liar November 2, 2009

Posted by Iqbal in wisata.
Tags: , , , , ,
trackback
S4032442

Amalia Yunita – CEO PT Lintas Jeram Nusantara (Arus Liar)

Wawancara dengan Amalia Yunita – CEO PT Lintas Jeram Nusantara (Arus Liar)

Tempat: Kantor Arus Liar di Komplek Gudang Peluru, Tebet.

Waktu: Mei 08

Arus Liar bisa jadi sudah menjadi top of mind-nya orang kalau mau rafting di Citarik, Bisa diceritakan sejarahnya?

Dari 13 tahun yl (1995) di Mampang, kemudian 2 tahun yl pindah ke gudang peluru. Dulu awalnya karena saya dan suami hobi rafting, naik gunung, adventure lah. Kita udah punya pngalaman cukup banyak. Kita ngeliat kgiatan2 kyk gini udah dijadiin obyek wisata di luar negri. Ditata dgn baik dan kmd mndtgkan income juga ke masy skitar situ. Terus akirnya kita buat badan usaha, tapi sbelum bentuk PT juga sbetulnya udah bikin2 rafting sih. Dari 90-91.

Yang dijual Arus Liar selain rafting? Dulu awalnya rafting aja. Tapi rafting ini kan ada pasang surutnya. Kalau pas kemarau panjang thn 97 kita gak bisa broprasi spanjang tahun. Kalau kemaraunya biasa2 aja sih bisa walaupun treknya jadi lebih pendek. Mulai dari 97 itu kita buat diversifikasi produk. Ada paintball, tracking (kaki gunung halimun), offroad, jeeptour, ada wisata budaya juga ke daerah atasnya pelabuhan ratu, trus ada juga yang orang bilang outbond training tapi kita bilangnya experimential program, di daerah situ juga. Ada juga family camp u/kluarga. Di family camp ada unsur agrowisatanya juga karena kita ke perkebunan karet, kita blajar menyadap karet dan melihat pengelolaan dari getah karet menjadi bahan mentahnya, ada pabrikny di situ. Itu u/ kluarga, u/anak2lah..

Untuk itu semua, lokasinya di mana?

Semua di sekitar sungai citarik, itu namanya one stop adventure. Kita pny pnginapan di delta sungai itu.

Kenapa Citarik? Kita ud kliling k banyak sungai di mana2. kita ngambil citarik karena dekat sama pasar, yaitu jakarta. Ini yang paling dekat, plg aman, dan airnya plg stabil. Kita mengkaji ini kan tahunan. Kita kaji naik turunnya sungai, hulunya apa, kalau citarik ini kan hulunya taman nasional gunung halimun, jadi relatif debit airnya lbih terjaga. Jarang pmukiman juga jadi sampahnya gak banyak. Kalau sampahnya banyak seperti ciliwung kan orang juga males.

Segmentasi yang digarap Arus Liar?

Orang jkt dan bandung. Tapi kalau musim liburan ada yang dari luar2 kota. Mostly jkt-bdg. Umur 20-50

Potensi?

Baik kecuali dulu waktu ada kecelakaan. Bukan kcelakaan di sungai citarik tapi di cisadane dan bukan oleh kita, samaua operator kena imbasnya. Sama paling kalau lg banjir2 orang takut. Walaupun air di citarik stabil tapi tetep kalau banjir orang panik. Selebihnya trendnya naik terus karena ini sesuatu yang baru dan berkembang pasarnya dari mulut ke mulut.

Gimana caranya kalau mau ikut?

Booking dulu, bisa lewat telepon, bisa tiap hari tapi kalau weekdays minimal 5orang. Kebanyakan orang weekend. Abis booking bayar dari bank, buktinya di fax atau di imel. Kmd bwa surat konfirmasi ke sana. Kalau pakai jasa transport kami dari jkt akan berpengaruh ke harganya. Tapi kbanyakan ya bawa mobil sndiri. Kalau coorporate nyewa bis ya kita bantuin juga u/cari kendaraan.

Waktu?

(dalam satu hari 2 kali trip, pen) Jam 9 dan jam 2, itu mulainya, persiapannya sbelum itu

Tempat ngumpul untuk raftingnya di mana?

Sbelum belokan pl.ratu, sbelum pasar cibadak, trus masuk ke dlm pake angkot.

Penginapan?

Kita punya 2 tmpat akomodasi, satu di delta sungai ada 12 traditional cottage, saung2 sderhana yang konsepnya back to nature. Satu lagi camping ground.

Jumlah karyawan Arus Liar?

Kalau weekend bisa 100, kalau biasa 75, jadi yang 25 itu memang tenaga harian.

Inovasi yang mau dikembangkan?

Kita lg bangun juga di jatim, probolinggo, udah 5 tahun sih jalan tapi ingin dikembangkan seperti yang di citarik.

Dlm 1 mgg bisa narik brp orang?

Kalau lg rame 500an, shari bisa 300an.

Ada Member card?

Gak ada. Dulu pernah kita bikin arus liar previllage card tapi karena orang kan gak sering2 amat rafting.

Kendala?

Alam juga karena musim gak tentu, walaupun air relatif stabil tapi kan kita gk bisa prediksi hujan. Biasanya kalau cuaca gak bagus kita perpendek treknya, bukan dbatalin. Ini terjadi kalau pas pralihan musim aja. Kalau musimnya ud ktawan ya nggak.

Kendala pasar?

Gak ada, orang slama ini aja kita sering overbook. Kalau udah overbook ya kita sewa perahu atau reschedule. Makanya kalau lagi rame harus booking 1 bulan sbelumnya. Aplg u/pnginapan, kan terbatas, cmn u/100-150 orang.

Panjang trek?

17 km, itu 7 jam

Abis rafting, dia pulangnya gimana?

Kalau sampe pl.ratu, dia diantar ke restoran pl.ratu trus mobilnya di vallet ke situ. Kalau jarak pendek yang 1 jam itu biasanya diantar balik lg.

Yang make citarik? Arus liar, eldera, dan selaras. Yang lainnya kdg2 kan ada agent2 yang ngejual paket kita.

Nah, sekarang coba kita bicara makro, kenapa sih banyak potensi wisata alam kita yang belum digarap?

Pngetahuan orang2 kita akan wisata alam tu dikit. Sy sering jadi pnasihat pemda2 itu yang mau ngangkat wisata alam di daerahnya. Kyk skrg ni banjarnegara lg kita bina u/wisata arung jeram sungai serayuh. Bbrp kali mrk ke citarik, kunjungan sama DPR dll. Ada juga dari Jambi yang pemdanya ngirimin pemuda2nya u/blajar jadi guide. Bulan depan sy juga membantu kab.cijunjung u/mendesain wisata alam di daerahnya. Jadi, ya itu, mrk knowledgenya kurang.

Di skala nasional, kita juga jadi pnasihat dep.pariwisata u/standarisasi pemandu arung jeram dan standarisasi usaha wisata arung jeram. Karena kalau gak distandarkan, akhirnya jadi orang yang tau sdikit ttg arung jeram, pernah bekerja di suatu prusahaan, bru sbentar, trus dia ngerasa udah tau banyak trs dia cari investor, investornya gk ngerti, dipikir ini tenaga ahli. Akhirnya bikin usaha sendiri yang prkembangannya gak mlihat faktor2 prosedur kselamatan. Makanya sbagian besar kcelakaan arung jeram di Indonesia itu faktor subjektif. Sebenarnya ada hal2 yang hrs dia hindari. Bukan kgiatan ini bahaya tapi human errror dari pngelolanya. Knapa SOPnya kyk gini pdhal sungainya kyk gini, ya gitulah kira2.

Memang seberapa besar sih potensi wisata Indo?

Sebenarnya luar biasa. Tahun lalu sy naik ke cartens piramid, gunung tertinggi di papua, puncak jayawijaya. Cartens itu kan puncak tertinggi di indo. Samua pendaki di dunia pingin ksana karena itu trmsuk salah satu puncak 7 benua, seven summit. Tapi orang indo sendiri gak ngerti kalau udah pendaki kelas dunia yang ke situ, akses ke situ malah ditutup sama sebuah perusahaan tambang. Padahal itu tu aset.

Coba bayangkan. Sy pernah ke nepal, naik gunung di pegunungan himalaya. Orang2 itu hidupnya dari pendaki. Cartens itu bisa sprti itu cmn orang2 kita aja yang blum ngerti.

Kita kan punya alam yang kaya, sharusnya yang diunggulkan tu bukan lg bali. Wisata alam di msg2 daerah itu kan kaya sekali. Harusnya adventure kita diangkat. Orang2 lain dgn fasilitas kita yang kyk gini aja mau dtg apalg kalau dibagusin pasti akan samakin banyak. Ujung2nya kan devisa

Kalau bicara Arung jeram dunia?

Macem2. indo pny banyak sekali sungai dan banyak jenisnya juga. Ada yang sungai sempit, seperti citarik ini kan sungai sempit yang berbatu. Kbanyakan sungai indo berbatu, airnya coklat karena erosinya msh tinggi. Tapi di indo banyak sungai yang jernih juga kyk sulawesi, sumatera, sungai asahan. Banyak yang bgus2 juga. Tapi di sini fasilitasnya belum ada. Aksesnya belum ada. Papua juga banyak tuh. Tapi siapa yang brani ke situ? Orang aksesnya gak ada, nanti kena sama OPM. Mereka blm sadar kalau mrk bisa hidup dari situ.

Tempt arung jeram terbagus di Indonesia itu Citarik ya?

Nggak. Di jawa aja ada banyak, ada citarik, sungai serayu di jateng, progo di dekat jogja, di jatim ada pekalen, di bali ada sungai ayung, ada telaga wajah di sulawesi ada sungai sadam. Slama ini tmpat kjuaraan di sungai asahan di sumut. Itu juga bagus skali.

Tracking juga kan sgt menarik.

Kan katanya wisata itu memakmurkan daerah, Arus Liar sendiri ada alokasi dana ke daerah setempat?

Pasti adalah. Mereka tiap bikin jalan minta ke kita, kalau ada acara2 tahunan juga minta k kita. Kalau ke kabupatennya kita kan juga ada retribusi resmi. Sumbangan2 juga ada karena kan daerah itu, ya mereka mau minta siapa lagi?

Untuk mulai bisnis ini besar gak ya modalnya?

Relatif mahal. Perahunya aja 20jutaan, belum pelampung, helm. Itu juga cmn buat 5 orang. Kalau peraturan yang kita buat itu, minimal punya 5 prahu. Aturan itu udah jadi tinggal nunggu ttd mentri. Sy ikut dalam tim yang ngebentuknya.

Komentar»

1. kawanlama95 - November 2, 2009

wah jadi pengen dah rafting juga

2. sagoeleuser5 - November 2, 2009

wah, baru bikin blog 5 menit, udah ada yg comment, terima kasih byk ya…
kalo mau rafting di citarik aja, highly recommended !

3. Naufal "katak" - Januari 11, 2010

arus liar ngadain pelatihan skiper gak?
kalo ada, ada paket pelajar nya? hehehehe
makasihh

4. Iqbal - Januari 13, 2010

wah, maaf gak tau

5. ngae - Mei 27, 2010

sama mau tnya buka paket platihan ngak ?

Iqbal - Mei 31, 2010

setau saya gak ada paket pelatihan


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.