jump to navigation

KAR Bosscha* dan Soeharto** Imajiner Bicara Indonesia Maret 8, 2010

Posted by Iqbal in imajinasi, politik.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Soeharto. Dok: Da Nes' Flickr

Bosscha: to, apa kabar Indonesia?

Soeharto: ya gitu deh, ane udah gak mimpin sejak 12 tahun yg lalu

Bosscha: dengar2, perkebunan yg dulu ane bangun gak terawat lg ya skrg?

Soeharto: ah, gak juga, masih rapi kok… program repelita yg ane bikin termasuk meng-cover kebun buatan ente, nambah lagi program Perkebunan Inti Rakyat (PIR), jadi lebih ramai malah kebunnya

Bosscha: wah, Alhamdulillah kalau begitu… karena ane dengar, banyak kebun dibakar waktu bandung lautan api, zaman jepang jg kebun ditelantarkan

Soeharto: yah, pas itu mah ane masih bocah, gak ngerti deh…

Bosscha: ya gapapa, yg penting sekarang bagus ya… jadi nama ane masih terkenal sebagai salah satu pembangun kebun Indonesia, haha

Soeharto: wahaha, terkenal sih iya, tp ente terkenal krn teropong bintang yg dulu ente bawa

Bosscha: lah kok? Itu kan cuma hobi padahal

Soeharto: yah, terkadang memang dunia mengenal kita dari apa yg kita gak pikirkan, sangat tergantung sama pengemasan media massa

Bosscha: hehe, betul betul!

Soeharto: terkadang, ane gak habis pikir, kalian kok bisa2nya ya bangun kebun di pelosok begitu… berarti dulu harus babat hutan sekian ribu hektar, padahal macan lodaya di awal abad 20 masih ganas dan banyak pula, gak takut digigit?

Bosscha: ya itulah seninya, makanya dirawat donk kebun yg ane bikin, cape tauk bikinnya… ane bukan orang miskin, tp ane mau tinggal di tengah hutan berpuluh-puluh tahun, walaupun ane dengan mudah bisa milih hidup mewah di Belanda

Soeharto: jadi obsesinya apa tuh?

Bosscha: cari duit pastinya, tp ane jg punya cita-cita membangun Hindia Belanda, negeri tercinta, itu yg bikin ane terus semangat tinggal di Malabar, selain jg mojang priangan geulis pisan euy, hehe

Soeharto: wah wah wah, main sekong nih

Bosscha: nggak, becanda, ane cuma cinta satu gadis, krn gak bs meraihnya maka ane pilih membujang sampai mati di kebun

Soeharto: wiiiih, sedaaaap…

Bosscha: Eh, to, ane baca di Koran, ente katanya jadi musuh masyarakat ya, sampai didemo besar2an gitu?

Soeharto: ah, itu media lg yg gak berimbang… coba tanya ke kampung2, enakan zaman ane apa zaman sekarang, pasti mereka ngerasa zaman ane lebih sejahtera… coba lihat waktu ane wafat, mungkin bisa masuk rekor saking banyaknya orang yg ngelayat… itu artinya mereka cinta dan rindu sama kepemimpinan ane

Bosscha: itu kan kata ente, tapi para tapol gak pernah bisa ngelupain perlakuan ente

Soeharto: pasti selalu ada korban lah, ane mau Indonesia stabil, konsekuensinya ya mereka jd korban

Bosscha: ih, enak banget ngomongnya

Soeharto: sudahlah, mana ada tujuan tanpa pengorbanan, kita hidup di dunia yang bermain zero sum game… pengorbanan kecil hanya untuk langkah kecil… ane punya langkah besar yang menuntut pengorbanan besar…

Bosscha: ah, gak juga, ane bisa buktikan kok, coba lihat berbagai tulisan tentang ane, kelihatannya gak ada yg negatif deh

Soeharto: karena ente cuma jadi pimpinan kebun, ane satu Indonesia!

Bosscha: tp ane mimpin 38 tahun! Ente cuma 32 tahun, turunnya gak terhormat lagi…

Soeharto: ah, sudahlah, jadi debat kusir, gak cocok buat orang2 hebat kyk kita

Bosscha: walaupun hebat dalam artian negatif?

Soeharto: definisi hebat menurut ane itu bisa mempertahankan prinsip yg dia rasa benar, ane menganggap hitler hebat, juga dengan golongan Ahmadiyah, mereka mau melawan mainstream hanya untuk mempertahankan pemikiran yang mereka rasa benar… menurut ane, itu jauh lebih terhormat drpd orang2 yg cuma ikut2an mainstream, cari aman tanpa ada dasar pemikiran

Bosscha: hmmm… ya, boleh jg pemikirannya

Soeharto: Coba lihat proyek mercu suar Soekarno, dulu cercaan gak ada habis2nya ttg proyek itu, tp skrg, siapa yg gak kagum dgn indahnya jalan semanggi? Orang Indonesia mana yg gak bangga punya gedung parlemen se-elegan itu?

Bosscha: hehe, iya iya…

Soeharto: pembangunan kebun yang ente bikin gak ada apa2nya dibanding itu semua

Bosscha: lah, kok gitu sih, kalau kami gak bangun perkebunan, mungkin jawa barat bagian selatan sekarang masih hutan

Soeharto: bagus donk, bisa jd paru2 dunia, bisa jualan karbon lg

Bosscha: iya bagus, tp penduduknya hidup merana, gak ada listrik, jalan hancur, mau?

Soeharto: iya deh, memang banyak hal positif yang Indonesia dapat karena dijajah Belanda, tapi ya itu tadi, zero sum game, korbannya mental orang Indonesia jadi mental terjajah, feodalisme yg kalian bawa jd merasuk kuat

Bosscha: Zero sum game, betul juga ya…

*Karel Albert Rudolf Bosscha, Administratur (pemimpin perkebunan) Malabar pertama, lebih dikenal sebagai astronomis dengan teropong bintangnya, memimpin kebun tahun 1890-1928

**Presiden kedua RI, memimpin RI tahun 1966-1998

Tags:

Komentar»

1. rita edyawati - Februari 22, 2012

saya kagum hormat ama bpk suharto dgn keberhasilannya selama jd presiden,wlpn a
da kekurangannya dimaklum aja krn diamanusia sama dgn qt.gak sempurns


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.