Iqbal dan Tardigrada* Maret 30, 2010
Posted by Iqbal in imajinasi, islam.Tags: Biologi, J.Co, Malaysia, starbucks, tardigrada
trackback
Iqbal: Hey, kamu sudah sholat Isya belum?
Tardigrada: Hehe, Aku punya cara sendiri untuk beribadah
Iqbal: Oh gitu, emang gimana?
Tardigrada: Bukan urusanmu…
Iqbal: Yoweslah, yang penting jangan lupa aja
Tardigrada: Ya nggak lah, kaumku itu punya standar ketaatan yang sama, makanya nanti di yaumul hisab gak lama urusannya, rusa yang di dunia dimakan harimau, gantian memakan harimau, tinggal balas-balasan aja. Kalau golonganmu kan panjang urusannya
Iqbal: Jadi, kamu mau bilang kalau kamu beruntung dan Aku tidak?
Tardigrada: Bukan begitu juga, cuma mau mengingatkan saja, fokus ajalah ibadah, hisabanmu itu rumit, gunung yang sekokoh itu saja gak mau mengambil amanah sebesar itu, tapi golonganmu yang lemah berani… makanya, gak usah lagi ngurus urusan orang lain, agama lain, fokus ibadah aja
Iqbal: loh kok? Aku cuma penulis ingusan, emang kapan ngutak-ngatik urusan orang lain??
Tardigrada: Hoho, tenang kawan. Mungkin bukan kamu, tapi golonganmu. Tadi malam Aku nonton Agora. Begitu jahatnya satu agama sampai membunuh orang lain yang berbeda pemahaman
Iqbal: Ah, sepertinya cara tangkapmu saja yang agak berlebihan. Pertama, menurutku film itu memang agak menyimpang, ingin menyudutkan agama kristiani dan ingin mengangkat para ilmuwan. Kedua, itu suatu hal yang wajar, mengajak orang satu pemahaman dengan kita. Aku tidak berbicara hanya masalah agama, tapi semua hal, agama hanya salah satunya. Wajar donk Susno muncul terus menjelaskan apa yang dia rasa benar untuk memperbanyak koloni cara pikir yang sama. Kurang lebih begitulah. Sama juga golonganmu, selalu ingin memperbanyak koloni, ya kan!
Tardigrada: Kenapa bilang begitu?
Iqbal: Nonton Starship Troopers donk…. Golonganmu selalu ingin memperluas koloni.
Tardigrada: Oke, memang, tapi coba pelajari lagi Biologi Umum, koloni kami hanya meningkat pesat di fase pertama, tapi menurun di fase berikutnya. Ada siklusnya sendiri. Kalau manusia kan gak ada
Iqbal: Eh, kata siapa, ada juga. Dulu SDM Indonesia menang lawan Malaysia, guru-guru Malaysia belajar di Indonesia. Sekarang Indonesia yang belajar sama Malaysia. Nanti Malaysia lagi yang belajar ke Indonesia. Itu ada siklusnya juga
Tardigrada: Haha. Kok jadi ke situ ya obrolan kita?
Iqbal: Ya abis kamu, kesannya manusia tuh jelek banget
Tardigrada: Ya memang, hehe
Iqbal: Oke Aku jelek, tapi kamu bodoh. Kamu bisa hidup di Himalaya yang tingginya di atas 6000 mdpl, kamu juga bisa hidup di laut dalam sampai 4000 meter di bawah permukaan laut. Kamu bisa hidup pada suhu di bawah 0°C dan juga di atas 100°C. Tekanan rendah bisa kamu hadapi, tekanan di atas 1200 ATM juga gak mati. Dengan kehebatan semaksimal itu kamu gak bisa nguasain dunia???
Tardigrada: Jangan sombong begitu, kawan. Memang sekarang yang terlihat manusia menguasai dunia. Apa saja bisa kalian lakukan. Tapi itu gak akan bisa terjadi kalau keharmonisan alam ini gak seimbang. Sebetulnya kamu hanya bagian dari keheterogenan itu, hanya saja kamu lebih beruntung karena diletakkan oleh Yang Maha Kuasa di puncak jaringan makanan.
Iqbal: Ah, makin kusut. Sudahlah mari kita ngopi dulu
Tardigrada: Oke, tuh ada Starbucks
Iqbal: Jangan donk, J.Co aja, produk Indonesia tuh….
Tardigrada: Yoweslah, ikut….
*Termasuk makhluk bumi yang terkuat. Tahan hidup di suhu, tekanan, dan keadaan ekstrim. Ukuran panjang maksimalnya hanya 1,5 mm.

Komentar»
No comments yet — be the first.