jump to navigation

Janji Soekarno pada Daud Beureueh April 17, 2012

Posted by Iqbal in islam, politik.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Saya baca cuplikan tulisan berikut pada buku berjudul Api Sejarah 2 karya Ahmad Mansur Suryanegara hal 344. Dialog di bawah ini terjadi sebelum DI TII Aceh meledak.

***********

Dalam dialognya dapat kita ikuti keterangan M Nur El-Ibrahimy dan Teungku Muhammad Daud Beureueh sebagai berikut:

Presiden: Saya minta bantuan Kakak Daud Beureueh agar rakyat Aceh turut mengambil bagian perjuangan bersenjata yang sekarang sedang berkobar antara Indonesia Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah kita proklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Daud Beureueh: Sdr. Presiden. Kami Rakyat Aceh dengan segala senang hati dapat memenuhi permintaan Presiden asal saja perang yang akan kami kobarkan itu berupa Perang Sabil atau Perang Fi Sabilillah, perang untuk menegakkan Agama Allah sehingga kalau ada di antara kami yang terbunuh dalam perang itu maka berarti mati syahid.

Presiden: Kakak, memang yang saya maksudkan adalah perang yang seperti telah dikobarkan oleh pahlawan-pahlawan Aceh yang terkenal seperti Tengku Tjhik di Tiro, dan lain-lain yaitu perang yang tidak kenal mundur, perang yang bersemboyan “Merdeka atau Syahid”.

Daud Beureueh: Kalau begitu kedua pendapat kita telah bertemu Sdr. Presiden. Dengan demikian bolehlah saya mohon kepada Sdr. Presiden, bahwa apabila perang telah usai nanti, kepada rakyat Aceh diberikan kebebasan untuk menjalankan Syarit Islam di dalam daerahnya.

Presiden: Mengenai hal itu, Kakak tak usah khawatir. Sebab 90 persen rakyat Indonesia beragama Islam.

Daud Beureueh: Maafkan saya Sdr. Presiden, kalau saya terpaksa mengatakan, bahwa hal itu tidak menjamin bagi kami. Kami menginginkan suatu kata ketentuan dari Sdr. Presiden.

Presiden: Kalau demikian baiklah, saya menyetujui permintaan Kakak itu.

Daud Beureueh: Alhamdulillah. Atas nama rakyat Aceh saya mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikan hati Sdr. Presiden. Kami mohon (sambil menyodorkan secarik kertas kepada Presiden) sudi kiranya Sdr. Presiden menulis sedikit di atas kertas ini.

Melihat permohonan Daud Beureueh itu, Presiden menangis terisak-isak. Dan berkata: Kakak, kalau begitu tidak ada gunanya aku menjadi Presiden. Apa gunanya menjadi Presiden kalau tidak dipercaya?

Daud Beureueh menjawab: Bukan kami tidak percaya Sdr. Presiden. Akan tetapi hanya sekadar menjadi tanda untuk berperang.

Presiden sambil menyeka air matanya berkata: Wallah, Billah, kepada Daerah Aceh nanti akan diberi hak untuk menyusun rumah tangganya sendiri sesuai dengan Syariat Islam. Dan Wallah, saya akan pergunakan pengaruh saya agar rakyat Aceh benar-benar nanti dapat melaksanakan Syariat Islam di dalam daerahnya. Nah, apakah Kakak masih ragu-ragu juga?

Daud Beureueh: Saya tidak ragu-ragu lagi Sdr. Presiden. Sekali lagi, saya atas nama rakyat Aceh mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan hati Sdr. Presiden.

Iqbal dan Tardigrada* Maret 30, 2010

Posted by Iqbal in imajinasi, islam.
Tags: , , , ,
add a comment

Tardigrada. Dok: Wikipedia

Iqbal: Hey, kamu sudah sholat Isya belum?

Tardigrada: Hehe, Aku punya cara sendiri untuk beribadah

Iqbal: Oh gitu, emang gimana?

Tardigrada: Bukan urusanmu…

Iqbal: Yoweslah, yang penting jangan lupa aja

Tardigrada: Ya nggak lah, kaumku itu punya standar ketaatan yang sama, makanya nanti di yaumul hisab gak lama urusannya, rusa yang di dunia dimakan harimau, gantian memakan harimau, tinggal balas-balasan aja. Kalau golonganmu kan panjang urusannya

Iqbal: Jadi, kamu mau bilang kalau kamu beruntung dan Aku tidak?

Tardigrada: Bukan begitu juga, cuma mau mengingatkan saja, fokus ajalah ibadah, hisabanmu itu rumit, gunung yang sekokoh itu saja gak mau mengambil amanah sebesar itu, tapi golonganmu yang lemah berani… makanya, gak usah lagi ngurus urusan orang lain, agama lain, fokus ibadah aja

Iqbal: loh kok? Aku cuma penulis ingusan, emang kapan ngutak-ngatik urusan orang lain??

Tardigrada: Hoho, tenang kawan. Mungkin bukan kamu, tapi golonganmu. Tadi malam Aku nonton Agora. Begitu jahatnya satu agama sampai membunuh orang lain yang berbeda pemahaman

Iqbal: Ah, sepertinya cara tangkapmu saja yang agak berlebihan. Pertama, menurutku film itu memang agak menyimpang, ingin menyudutkan agama kristiani dan ingin mengangkat para ilmuwan. Kedua, itu suatu hal yang wajar, mengajak orang satu pemahaman dengan kita. Aku tidak berbicara hanya masalah agama, tapi semua hal, agama hanya salah satunya. Wajar donk Susno muncul terus menjelaskan apa yang dia rasa benar untuk memperbanyak koloni cara pikir yang sama. Kurang lebih begitulah. Sama juga golonganmu, selalu ingin memperbanyak koloni, ya kan!

Tardigrada: Kenapa bilang begitu?

Iqbal: Nonton Starship Troopers donk…. Golonganmu selalu ingin memperluas koloni.

Tardigrada: Oke, memang, tapi coba pelajari lagi Biologi Umum, koloni kami hanya meningkat pesat di fase pertama, tapi menurun di fase berikutnya. Ada siklusnya sendiri. Kalau manusia kan gak ada

Iqbal: Eh, kata siapa, ada juga. Dulu SDM Indonesia menang lawan Malaysia, guru-guru Malaysia belajar di Indonesia. Sekarang Indonesia yang belajar sama Malaysia. Nanti Malaysia lagi yang belajar ke Indonesia. Itu ada siklusnya juga

Tardigrada: Haha. Kok jadi ke situ ya obrolan kita?

Iqbal: Ya abis kamu, kesannya manusia tuh jelek banget

Tardigrada: Ya memang, hehe

Iqbal: Oke Aku jelek, tapi kamu bodoh. Kamu bisa hidup di Himalaya yang tingginya di atas 6000 mdpl, kamu juga bisa hidup di laut dalam sampai 4000 meter di bawah permukaan laut. Kamu bisa hidup pada suhu di bawah 0°C dan juga di atas 100°C. Tekanan rendah bisa kamu hadapi, tekanan di atas 1200 ATM juga gak mati. Dengan kehebatan semaksimal itu kamu gak bisa nguasain dunia???

Tardigrada: Jangan sombong begitu, kawan. Memang sekarang yang terlihat manusia menguasai dunia. Apa saja bisa kalian lakukan. Tapi itu gak akan bisa terjadi kalau keharmonisan alam ini gak seimbang. Sebetulnya kamu hanya bagian dari keheterogenan itu, hanya saja kamu lebih beruntung karena diletakkan oleh Yang Maha Kuasa di puncak jaringan makanan.

Iqbal: Ah, makin kusut. Sudahlah mari kita ngopi dulu

Tardigrada: Oke, tuh ada Starbucks

Iqbal: Jangan donk, J.Co aja, produk Indonesia tuh….

Tardigrada: Yoweslah, ikut….

*Termasuk makhluk bumi yang terkuat. Tahan hidup di suhu, tekanan, dan keadaan ekstrim. Ukuran panjang maksimalnya hanya 1,5 mm.

Wawancara Imajiner dengan Yolanda* November 6, 2009

Posted by Iqbal in imajinasi, islam.
Tags: ,
add a comment
IMG_1719

back to Q !

(ditulis sehari setelah gempa Padang)

Iqbal Imajiner: Sebelumnya, Aku turut berbelasungkawa sebesar-besarnya atas kejadian kemarin sore

Yolan Imajiner: Ya, terima kasih

Iqbal Imajiner: Berkali-kali jantungku semakin kencang ketika melihat Ibumu menangis di depan kamera tvTwo

Yolan Imajiner: Aku rindu sekali dengan Ibuku, terakhir Aku bertemu kemarin sebelum masuk kelas di tempat kursusku di Gama

Iqbal Imajiner: Ya..ya…persis seperti yang Ibumu katakan. Kamu cium tangannya lalu kamu pergi ke kelas. Ya kan?! Kamu harus tahu bahwa Ibumu betul-betul depresi melihat keadaanmu, ia seperti orang yang kehilangan arah sejak tadi malam. Andai kamu tidak masuk ke ruangan itu kemarin, andai kamu bolos kursus sehariiii saja.

Yolan Imajiner: Sudahlah, tidak usah berandai-andai, Tuhan telah menggariskan apa yang terjadi hari ini, kemarin, dan besok. Kalau memang di Lauhil Mahfudz yang agung itu Aku ditakdirkan mati hari ini, maka Aku akan mati hari ini, di manapun itu, Aku pasti akan mati.

Iqbal Imajiner: Ya, tapi tetap saja, bagi Ibumu, itu tidak semudah yang kau ucapkan. Kamu sangat dicintainya. Mungkin kamu yang paling dicintainya.

Yolan Imajiner: Hey, tidak boleh itu. Kita harus mencintai Tuhan mengalahkan siapapun atau apapun. Ketika kamu dibangkitkan nanti dengan air penghidupan selama 40 hari 40 malam, kamu akan tidak peduli bahkan dengan anakmu sendiri, semua sibuk memikirkan amalannya masing-masing. Lagipula, apa kamu pernah merasakan letih yang sangat dicampur rasa lapar yang membuncah dan suasana gelap yang bahkan kamu tidak bisa melihat tanganmu sendiri? Di saat itu, yang paling kamu ingat adalah Tuhan! Tidak ada yang bisa kamu harapkan kecuali Tuhan. Sayangnya, kebanyakan dari kita hanya mengingat Tuhan hanya ketika darurat saja.

Iqbal Imajiner: Lalu dengan Ibumu?

Yolan Imajiner: Aku mengerti maksudmu. Bukan berarti dengan pernyataanku sebelumnya aku mengecilkan makna Ibu. Tiga kali Aku harus berterima kasih pada Ibu, baru yang ke-empat pada Ayahku. Kalau Aku diberi kesempatan bertemu dengannya kembali, Aku akan memeluknya dengan sangat erat sambil meyakinkannya bahwa Aku juga mencintainya, mungkin melebihi semua manusia bumi. Di saat itu, air mataku akan mengucur jauh lebih deras dari biasanya. Tapi tetap, kamu harus mendahulukan agamamu di atas segalanya, termasuk di atas duniamu. Berkali-kali Tuhan mengingatkan bahwa harta, istri, dan anak adalah kesenangan dunia yang menipu. Apa bukan bodoh namanya kalau sudah diingatkan berkali-kali tapi tetap saja melanggar? Apalagi yang mengingatkan adalah Tuhan, raja segala raja.

Iqbal Imajiner: Umurmu baru 13 tahun, tapi omonganmu seperti ustadz yang kulihat di TV

Yolan Imajiner: Saat sakratul maut, kamu akan berubah dengan drastic. Tenang saja, kamu akan merasakannya juga, begitu pula dengan mereka yang memakan harta riba, mereka yang mempunyai nafsu besar pada harta dunia, dan mereka yang banyak tertawanya dan sedikit syukurnya.

Iqbal Imajiner: ……..

*Korban gempa di padang yang sampai malam ini masih berada di bawah puing gedung Gama yang rubuh, entah dalam keadaan bernapas atau tidak. Sampai sore tadi, korban yang telah ditemukan di bawah gedung itu sudah 21 orang, 4 di antaranya masih hidup, sisanya sudah tak bernyawa. Ada puluhan lagi yang masih belum dievakuasi, termasuk Yolanda.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.